Senin, 07 Januari 2013

Senandung Syukur


Perlahan detak terus menderu
Di antara batas keheningan
Dan gulita menjadi puncak malam
Menjadi pemacu untuk mengingat Yang Satu

Ketika gemericik air mulai merayapi pori
Sayup-sayup teralun gerakan berirama syahdu
Dengan beribu mahroj kitab Allah
Sarat makna juga do'a yang terpinta

Sewaktu lidah berada dalam lingkar harapan
Memecah segala aroma kebimbangan
Memantapkan niat dalam rongga pikir
Hati pun bergumam
Terlintas sejenak kesempurnaan kasih-Nya
Berjuta menyusup tanpa henti
Sebongkah syukur berdendang.. 
Bersenandung dalam hati nan sepi

Label:

1 Komentar:

Pada 7 Januari 2013 pukul 17.18 , Blogger Davin M. Asih mengatakan...

semoga disukai para penikmat sastra sekalian..

 

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda