Senandung Syukur
Perlahan detak terus menderu
Di antara batas keheningan
Dan gulita menjadi puncak malam
Menjadi pemacu untuk mengingat Yang Satu
Dan gulita menjadi puncak malam
Menjadi pemacu untuk mengingat Yang Satu
Ketika gemericik air mulai merayapi pori
Sayup-sayup teralun gerakan berirama syahdu
Dengan beribu mahroj kitab Allah
Sarat makna juga do'a yang terpinta
Sewaktu lidah berada dalam lingkar harapan
Memecah segala aroma kebimbangan
Memantapkan niat dalam rongga pikir
Hati pun bergumam
Terlintas sejenak kesempurnaan kasih-Nya
Berjuta menyusup tanpa henti
Sebongkah syukur berdendang..
Bersenandung dalam hati nan sepi
Label: Puisi
